Camping Santai Satu Malam di Gunung Galunggung



A Night Camping in Galunggung
2-3 April 2015

 
Gunung Galunggung dari daerah Singaparna
 Sebelumnya saya memang belum pernah dines camping/ naik gunung adapun waktu itu pernah juga sudah lama banget pas jaman SMA dan juga ngebimbing anak-anak kemah rombongan kalo kebetulan siswa lagi ada kegiatan sekolah. Memang camping itu sesuatu kegiatan yang menarik dimana kita ingin merasakan suasana alam yang jauh dari hiruk pikuk keramaian kota. Sudah sejak lama juga saya pribadi ngiler ketika ngStalk hashtag-hashtag  yang berkaitan dengan gunung ngelihat foto-foto pemandangan di gunung yang di posting di berbagai media sosial seperti facebook dan instagram, saya juga sering ikut memberikan komentar atau sekedar bertanya basa-basi di foto orang dengan harapan sapa tau aja ada yang mau ngegaet saya untuk ikut gabung hehe. Alhamdulillah dari beberapa komentar itu saya dapat banyak kenalan orang yang memang menyukai petualangan atau juga membolang dan dari sana saya juga dapat beberapa ajakan untuk camping di gunung.

Sebenernya ajakan dari teman itu buat camping di gunung Papandayan Garut namun setelah di fikir-fikir rada belum siap juga untuk kesana melihat beberapa persiapan seperti kondisi fisik dan peralatan dan sampai ahirnya saya gak ngasih keputusan buat ikut pada waktu itu. Namun pas hari sabtu saya dapet bbm dari teman tersebut buat camping, kali ini dia ngajak nya di gunung Galunggung edisi santai katanya sambil mikir-mikir antara pingin ikut sama enggak, tapi sih cenderung pingin ikut sebagai pemanasan dan sekalian juga ketemu tuh temen fesbuk ahirnya saya mutusin buat ikut sambil nanya-nanya apa saja alat yang harus di bawa walaupun aga kepo karena memang camping sama orang baru takutnya meriweuhkan hehe.. sampai pada ahirnya janjian berangkat habis magrib.

Kita janjian ketemu di jalan Letnan Harun depan sebuah gedung resepsi. Tak menunggu lama akhirnya ketemu dan kita langsung berangkat jalan menuju kawasan Galunggung sambil jemput dulu teman satunya yang ternyata masih berteman dengan saya di fesbuk. Oh iya orang-orang yang ikut camping kali ini ada 6 orang yaitu saya, mang Aan, mang Atep, kang Depi, Teh Aneu dan adiknya Adi. Sekitar jam 8 malem kita sampai di tempat parkir di bawah kawah dekat tangga tepatnya samping mushola yang kebetulan disini sudah banyak kendaraan motor yang terparkir milik para pendaki yang lebih dulu naik keatas. Setelah memarkirkan motor kita langsung nyalain lampu senter dan naik tangga menuju atas kawah, ternyata naik tangga pada malam hari itu sensainya beda, selain kita harus terus menjaja tiap anak tangga, kita juga harus konsentrasi lihat jalan karena gelap hanya ada penerangan lampu senter yang kita bawa. Setelah sampai di atas bibir kawah dan berhenti sejenak duduk di bangku-bangku warung tempat jualan sembari melihat kebawah kawah ternyata sudah banyak lampu-lampu tenda yang nyala, namun rencana kita campingnya bukan di bawah melainkan di bibir kawah sebelah kiri dekat tugu Galuh juga karena memang mau ngincer sunrise pada paginya. Sekitar 10 menit kita berjalan ke dekat tugu Galuh tersebut dan tak lama dari itu kemudian kita langsung mendirikan tenda, untung saya bersama orang-orang yang sudah terbiasa naik gunung walaupun suasana malem dan gelap gulita tak ada sedikitpun rasa takut atau hawatir. Setelah 2 buah tenda selesai di bangun oleh mang Aan dan mang Atep, kemudian dimulailah acara masak-masak karena memang perut sudah berbunyi memanggil buat di isi, juga menjaga kondisi tubuh biar tetep fit.

 
Acara masak-masak

Sambil berbincang-bincang hangat duduk di atas matras kita juga cerita-cerita pengalaman ngabolang yang kebetulan kita baru saling kenal tapi rasa pertemanannya sudah kental seperti sudah kenal lama. Dengan suasana yang cukup dingin kita juga di suguhi pemandangan kerlap-kerlip lampu kota Tasikmalaya yang sangat indah yang membuat mata tak henti menatap  dan hati takjub. Tak terasa waktu menunjukan pukul 01.00 malam, akhirnya kita memutuskan buat tidur dan masuk tenda.


 
Pemandangan kota Tasikmalaya walaupun jepret pake camera hp

Kebetulan saya tidur dalam satu tenda yang isinya ber4 dan sangat berdesak-desakan, ditambah pula sebelumnya saya minum kopi yang akhirnya membuat mata susah terpejam sepanjang malam, walapun mencoba untuk terus tidur tapi tetep suara desir angin masih kedengaran dan sangat terganggu dengan suara serangga yang masuk tenda. Terdengar kresak kresek suara kaki yang ternyata suara mang Aan yang sudah bangun ketika melihat jam ternyata waktu sudah menunjukan pukul 04.30 langsung saja saya keluar buat sholat shubuh. sambil nunggu sunrise keluar sambil itu juga kita masak air buat minum kopi sama bandrek biar ngangetin tubuh.

Akhirnya tiba juga yang ditunggu yaitu Golden Sunrise yang muncul sekitar pukul 06.15, wuhuu..... sungguh sangat cantik dengan back ground samar Gunung Ciremai sebelah kanan, walaupun momen sunrise tak lama karena terhalang awan, tapi lumayan puas karena kita mendapatkan banyak jepretan dengan back ground matahari terbit yang cantik tersebut.


Sunrise di Gunung Galunggung
 
 Tak lama setelah matahari naik ke atas kita sedikit menjelajah ke bagian barat bibir kawah yang ternyata pemandangannya tidak kalah indah dan kebetulan juga saya baru menjelalajah ke bagian tempat ini, tak lama dari itu kita kembali ke tenda persiapan untuk sarapan dan packing pulang. Setelah sarapan dan berkemas barang-barang tak lupa juga kita mengabadikan momen foto bersama sebelum turun. Memang campingnya satu malam saja, dan Gunung Galunggung memang cocok untuk camping bagi pemula seperti saya ini.

What a moment.. terima kasih buat Mang Aan dan Mang Atep yang sudah ngajak saya ikut gabung di edisi camping santainya :) 



Romantis ya

Elang di pagi hari




Sebelah barat kawah

Tugu Galuh


Kawan-kawan baru :)


0 Response to "Camping Santai Satu Malam di Gunung Galunggung"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel