Pengalaman Pertama Nanjak Gunung Papandayan

Pengalaman Pertama Nanjak Gunung Papandayan Garut Tektok
21 Februari 2016

Sebenarnya bukan passion saya naik gunung itu ya karena hati dan raga saya itu selalu tertuju kepada tempat-tempat yang mengandung air seperti pantai dan curug (air terjun) dan karena saya ini adalah AnCur alias anak curug hehe, bahkan tidak sedikit teman yang selalu ngajak buat naik gunung tapi saya selalu meresponnya setengah hati. Bukan karena apa-apa kalo yang namanya naik gunung itu kan perlu banyak persiapan  misalkan dari segi fisik, peralatan apalagi kalau misalkan sambil camping dan sebagainya oleh karena itu walaupun rasa hati pingin nyobain tapi tidak terlalu ambisius untuk bisa melakukan hal tersebut.

Edisi curug/ air terjun memang sedang hits banget dimana-mana apalagi di daerah saya Tasikmalaya pasti di setiap curug di berbagai daerah hususnya di Tasik sudah pasti rame sama orang-orang, walaupun rasa senang karena masyarakat sudah banyak mengenal potensi daerahnya sendiri tapi agak jenuh juga karena hampir beberapa curug sudah saya kunjungi sebelumnya dan harus ketemu sama banyak orang di lokasi jadi saya fikir mesti cari variasi lain untuk menikmati alam ciptaan tuhan.

Walaupun saya gak terlalu berhasrat untuk naik gunung tapi ya sesekali mesti saya coba untuk melakukan hal tersebut. Kebetulan saya memang sudah rencana untuk bisa camp di salah satu gunung di daerah Garut dan gunung yang saya rencanakan tersebut adalah Gunung Papandayan. Saya memilih gunung tersebut karena ada beberapa alasan yang pertama karena gunung tersebut menurut beberapa info dari teman memiliki trek pendek dan mudah kalau dengan (TekTok) perjalanan pulang-pergipun bisa tidak memakan waktu yang lama, yang kedua panorama dan pemandangan gunung tersebut sangat indah juga terdapat beberapa spot yang memang menjadi daya tarik yang tidak ada di gunung lain dan tentunya menjadi penasaran bagi saya sendiri, dan yang ketiga gunung tersebut berada di Garut yang mana tempat itu sangat dekat dengan Tasik dan bisa di tempuh dengan waktu sekitar 2 jam perjalanan, jadi saya bisa menggunakan kendaraan motor untuk bisa kesana dan akhirnya saya memutuskan untuk bisa berkunjung ke tempat tersebut tapi tidak sampai dengan bermalam.

Saya berangkat hanya berdua bersama teman yang sudah biasa nemenin jalan-jalan kalau istilahnya travelmate gitu, kita memutuskan untuk TekTok istilah dalam nanjak gunung dengan pulang-pergi atau tidak sambil camping karena setelah itu kita bisa mengunjungi tempat lain yang berada di Garut. Kita berangkat jam 5.30 dari Tasik dengan menggunakan motor kesayangan. Perjalanan dari tasik ke Garut sangat lancar hampir tidak ada hambatan karena mungkin orang yang beraktifitas masih sedikit, setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam akhirnya kita sampai di daerah Cisurupan di pertigaan yang akan mengarah ke Cikajang dan ke papandayan tepat di depannya terdapat sebuah masjid besar Cisurupan, kemudian di lanjutkan dengan jalan yang lebih kecil dari sana sekitar 8 km sampai ke tempat tiket.

Harga tiket masuk untuk wisata Papandayan ini sebesar  22.000 perdua orang untuk harga weekend belum termasuk parkir, oia harga tiket masuk untuk yang camping  dan tidak camping itu berbeda. Setelah itu kita menuju tempat parkir di area Camp david dan bayar lagi parkir motor 10.000 plus di tambah lagi uang tambahan seridonya untuk penitipan helm sekalian di data dulu disana. Setelah beres semuanya kita mulai mendaki. Jujur saya dan temen baru pertama kali kesini tanpa pengetahuan apa-apa kita bingung mesti jalan kemana, tapi karna weekend di beberapa titik masih terlihat beberapa pengunjung dan pendaki yang naik dan turun akhirnya kita ikut saja orang-orang tersebut sambil bertanya sedikit-sedikit tentang  jalan sama yang baru turun ya walaupun orang tersebut pada gak kenal tapi kalau sedang mendaki seperti ini mah kita mesti sksd aja hehe. Setelah beberapa menit naik ternyata treknya tidak begitu rumit bahkan sangat jelas, terdapat beberapa patok berwarna biru terbuat dari pipa yang menandakan jalan/ jalur trek menuju ke atas. Trek jalan menuju ke atas menurut saya masih aman untuk pemula seperti saya, untuk menuju ke Pondok Saladah saja hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam kurang dan sampe hutan mati bisa sampe 2 jam pas tentunya dengan kondisi fisik normal tidak terlalu banyak berhenti buat istirahat. Sebelum sampe ke pondok saladah kita akan ketemu dulu sama pos 2 dimana disana kita mesti laporan dulu sama penjaganya. Setelah itu tidak jauh dari pos 2 kita akan sampe ke pondok saladah nah disini itu sebagai tempat camp/ mendirikan tenda jangan heran ya disini sudah banyak berdiri warung-warung dan beberapa wc  ya memang gunung ini cocoknya untuk camping manja haha, setelah itu dengan berjalan beberapa menit kita akan sampai di hutan mati yang menjadi icon gunung ini juga menjadi  tempat faforit para pendaki untuk berfoto ria.

Di Hutan Mati ini terdapat banyak sekali sisa-sisa batang pohon yang masih berdiri berwarna coklat dan hitam yang kontras dipadukan dengan warna tanah yang putih. Menurut beberapa info dari orang katanya hutan mati ini akibat dari lahar atau awan panas yang menyembur dari kawah ke area hutan yang membakar dedaunannya dan hanya menyisakan batang-batang pohon yang justru menjadi sangat eksotis. Di lokasi ini pokonya kita puas-puasin untuk berfoto ria sampe jebol memori haha.

Setelah puas menikmati keindahan hutan mati dan dirasa cukup akhirnya kita memutuskan buat turun lagi kebawah. Untuk jalur turun kali ini kita mengambil jalan pintas dengan langsung turun dari hutan mati ke arah kawah ini juga kita ngikut orang-orang pada turun kesini hehe. Ternyata kalau lewat sini lumayan memangkas waktu sampe 1 jam. Dengan trek yang lumayan curam kita berjalan dengan sangat hati-hati menuruni tebing tersebut. setelah itu kita sampai di bawah dan melanjutkan ke tempat parkir dengan senang hati.


Kawah Gunung Papandayan
 
Hutan Mati







ini salah satu travelmate sekaligus tukang foto hehe


Di foto sama Mak Sopiah, salah seorang warga yang sering bolak balik naik gunung untuk menggarap ladang kentang

Camp David dan tempat parkir

Gate Tiket Masuk

Peta Pendakian Gunung Papandayan




Salah satu trek pendakian

0 Response to "Pengalaman Pertama Nanjak Gunung Papandayan "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel